Press enter to see results or esc to cancel.

Musik Indie Anti Mainstream

Pernah kah anda merekomendasikan sebuah lagu kepada teman, lalu dibalas dengan respon yang cukup aneh, hingga disebut “musik apaan sih yang lu denger nih?” Apabila telah merasakannya mungkin anda merupakan salah satu penikmat musik indie. Memangnya apa sih musik indie?

Musik indie adalah karya seni musik yang dibuat oleh musisi yang memilih untuk berdikari (berdiri di kaki sendiri), mulai pembuatan musiknya, rekamannya, hingga pendistribusiannya, dibanding dengan masuk ke dalam suatu perusahaan rekaman besar. Satu hal yang paling membedakan musik indie adalah setiap karyanya layak disebut dengan anti-mainstream.

Lalu mengapa mereka sangat berusaha untuk berdikari, padahal akan membutuhkan lebih banyak usaha di dalamnya? Industri musik indie sendiri mengedepankan idealisme musisi yang biasanya memiliki karya yang tidak ramah dengan arus mainstream, dari situ rasa tidak ingin diintervensi muncul, sehingga mereka membuat arus sendiri, dengan pra-sarana yang dibuat sendiri juga.

Menurut Cholil Mahmud salah satu personil Efek Rumah Kaca, pada wawancaranya dengan supermusic.id mengatakan bahwa musik indie adalah musik bebas yang tidak dikendalikan oleh orang lain atau tidak bergantung pada yang lain, dalam hal ini yang dimaksud pengendali adalah industri rekaman yang memiliki segudang pra sarana dan ditunjang modal besar.

Cholil juga menjelaskan, bahwa relasi kekuatan antara perusahaan rekaman yang bermodal besar dengan musisi seringkali tidak setara, sehingga dari ketidaksetaraan tersebut dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengintervensi proses kreatif demi membuat musisi tersebut tetap sesuai dengan tujuan perusahaan. “Karena itu, independensi musisi atau band tersebut perlahan tergerus,” tambahnya.

(https://encrypted-tbn0.gstatic.com)

Mudah dikenal atau tidak
Semua musisi dalam membuat suatu karya pasti ingin karyanya dikenal sehingga bisa diapresiasi. Lalu apakah musisi indie karyanya dapat dikenal dengan mudah?

Soleh Solihun seorang jurnalis musik, dalam wawancaranya dengan whiteboardjournal.com, menjelaskan bahwa musik indie belum menarik secara pemberitaan, karena kebanyakan media besar juga belum memberi cukup ruang untuk musik indie. Mereka terlalu mengotak-ngotakkan antara musik indie dan major, sehingga orang jadi sulit untuk tahu ada musik yang baru, terlebih lagi di televisi sudah jarang program musik yang dibuat.

“Tidak perlu bicara soal band indie yang ekstrim, sebut saja band indie yang nge-pop seperti White Shoes and the Couples Company atau Mocca, yang tidak sulit didengar khalayak umum. Itu aja yang mudah untuk didengarkan, jarang diputar,” keluh Soleh.

Peranan media besar memang sangat dominan dalam memperkenalkan musik indie ke masyarakat. Meskipun, dengan kehadiran internet dan kemajuan teknologi yang semakin canggih, yang dapat membuat beragam platform yang dapat memperkenalkan musik indie, masih saja banyak orang yang kurang tertarik untuk mendengarkan karya musisi indie.

Hal ini juga dibenarkan Pepi seorang mahasiswa penikmat musik indie, menurutnya meskipun musik indie banyak perkembangannya, khususnya pada bertambahnya jenis platform, dan banyaknya musisi yang mau manggung di cafe-cafe atau festival musik. Namun, kenyataanya tetap saja banyak yang belum tertarik pada musik ini.

"Banyak yang gak paham (musik indie), pernah gue rekomendasi lagunya Barasuara ke temen gue, dan mereka jawab ‘musik lu apaan si Pep’. Dan gue cuma bisa ketawa,” tuturnya.


Jadi, apa anda sudah bosan dengan musik mainstream yang bahkan beberapa lagu bisa didengar lebih dari tiga kali di radio? Maka musisi indie telah menunggu anda untuk dilirik karyanya.

Tags

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Mungkin karena tanpa paksaan tanpa batasan mba jadi mereka bisa bebas dan berkelas dalam berkarya.

      Hapus
  2. Musik indie sangat enak didengar di suasana tertentu, tapi untuk media yang mempublikasikannya tidak begitu 'melirik'. hmm terkadang hidup seperti ada yang janggal

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah mas namanya juga idup ye kan? itu makanya musik-musik berkualitas kaya gini banyak yang liat sebelah mata, baru intro juga udah ogah dengerin wkwkwkwk

      Hapus
  3. Terkadang setiap orang menilai-nilai gaya bermusiknya yang terbaik atau tereksklusif. Bagi saya, semua musik asik, tergantung cara kita menikmatinya.

    mampir lah ke hotlasmore.blogspot.co.id . Ada cerita seru hingga artikel asik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju bang sama poin yang dipaparkan abang, hanya saja seperti lead saya diatas bang, orang suka sebelah mata kalo denger materi musik indie, padahal isinya itu menakjubkan. Kegelisahan saya sih munculnya dari situ...

      Hapus
  4. bener sekali mas alif,tidak ada yang bisa memaksakan passion orang, mungkin musisi indie ingin mengantarkan sendiri karyanya kepada konsumen dengan mandiri, karena baginya kemurnian seni itu lebih berharga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wauw makasih banyak mas Ijat atas apresiasinya, betul sekali masalah passion itu, namanya juga passion gariskeras dah kadang-kadang. Karena memang sudah seharusnya itu seni tanpa limitasi.

      Hapus

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Pe-nu-lis

Blog ini ber-isi-kan berbagai hasil kerja si Herdi, rencananya si Herdi ingin mempraktekan ilmu yang dia dapat selama kuliah. Bagaimana jadinya? Yuk simak terus blog ini.