Jadi Ini Kids Jaman Now?
Suatu
siang di dalam sebuah gerbong
kereta api dari Jakarta menuju Bandung, suasana tampak lengang, lebar, dan
sunyi. Memang, kala itu
bukan hari libur ataupun musim mudik, tidak heran banyak kursi yang kosong
tanpa penumpang.
Di tengah heningnya suasana, tiba-tiba muncul suara anak
kecil yang sedang bersenandung, suaranya yang cukup nyaring merebak ke seluruh
gerbong. Samar-samar terdengar alunan nada yang tidak asing masuk ke dalam
gendang telinga, apalagi bagi mahasiswa ataupun remaja tanggung.
“A won gip ap na na na, des on gip ap na na na. Le mi
lovyuuu le mi lovyuuu,” dengan ejaan dan lirik semaunya, bocah itu
mendendangkan salah satu lagu dari Justin Bieber, padahal umurnya belum genap 5
tahun.
Beberapa orang pun kaget bukan kepalang dibuatnya, begitu
pula sepasang kekasih yang duduk bersampingan, mereka saling berbisik. “Itu
lagu Justin Bieber kan? Yang nyanyi kok bocah kecil ya,” ujar si perempuan,
lalu dibalas dengan tawa pelan lelakinya.
![]() |
| antaranews.com |
Di tengah konser kecilnya, anak itu dihampiri seorang penumpang laki-laki yang duduk di set kursi sebelahnya.
“Dek nyanyi lagu apa tuh?” tanya lelaki tersebut.
“Lagu Justin Bibel om,” jawab si anak kecil dengan lugu
dan sedikit cadel.
“Oh gitu, kamu tahu lagunya darimana dek?” tanya lelaki
itu makin penasaran.
“Tahu dari YouTube om, om emang gak tahu ya?” jawab anak
itu lagi dengan lugu.
Sungguh ironis sekali, untuk ukuran anak dibawah umur
seperti itu mendengar bahkan mendendangkan lagu yang bukan untuk dia konsumsi. Parahnya
lagi dia melakukannya dengan percaya diri, padahal dia pun belum paham makna
lagunya.
Dasar kids jaman
now (anak zaman sekarang.)
Renungan
Kisah nyata yang diabadikan penulis diatas, sudah
sepantasnya bisa menjadi renungan bagi kita semua. Ya kita semua, kita yang
memiliki anak, kita yang memiliki adik kecil, ataupun kita yang memiliki sepupu
dan keponakan yang masih anak-anak.
Sudah seharusnya sebagai orang tua, kita kembali memberi
pantauan lebih kepada apa yang dikonsumsi anak-anak. Khususnya, untuk konten di
internet yang mudah diakses melalui gawai, tidak dapat dipungkiri memang gawai
tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari.
Memang banyak fitur dalam gawai yang berguna bagi
anak-anak. Bahkan beberapa diantaranya mendukung pertumbuhan atau menambah
wawasan, tapi tetap kita tidak bisa lepas begitu saja dalam memantau.
Kemajuan teknologi yang mendorong percepatan pertukaran
informasi, bukan hanya memberikan keuntungan saja. Nyatanya memang masih banyak
keburukan yang harus kita waspadai di dalamnya, apalagi untuk anak-anak.
Jadi, jangan pernah lelah untuk mendampingi dan memantau anak-anak dengan gawainya.
Written By
Unknown
Panggil aja Herdi! Si Herdi ini masih mahasiswa, kalo kepo mau tau orangnya, cari aja di Gedung Z Politeknik Negeri Jakarta, kelas Penerbitan 2015-B.Similar to this Post
Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.
Pe-nu-lis
Blog ini ber-isi-kan berbagai hasil kerja si Herdi, rencananya si Herdi ingin mempraktekan ilmu yang dia dapat selama kuliah. Bagaimana jadinya? Yuk simak terus blog ini.

5 komentar:
keren nih featurenya, seharunya orang tua mengawasi anak-anak karena lagu tersebut memiliki arti tentang cinta orang dewasa dan di dalam video tersebut setau saya agak sedkit terbuka dan tidak pantas untuk dilihat anak-anak.
BalasHapusKids.. jaman now
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus