Menertawakan Realitas Bersama Jason Ranti
Dengan penuh kesederhanaan dan kejujuran, Jason Ranti
hadir di tengah belantara musik Indonesia. Bagaikan ksatria bersenjatakan gitar
akustik, dia menyenggol realitas di sekitarnya dengan lirik yang nyentil sekaligus nyolot.
Konyol, kocak, dan padat kritik, persepsi itu yang kemungkinan
besar tertangkap dari aksinya di atas panggung. Tidak heran dalam setiap penampilannya
sering sekali diselingi tawa para penonton dan penggemarnya.
Dari keluh kesah anak seni,
hingga lipstik warna pink, mulai dari pemabuk hingga aksi ormas, dia celotehkan
keresahannya, mencerminkan pemikirannya yang mendalam akan hal-hal yang muncul
disekitarnya.
“Akibat Pergaulan Blues” album debut Jason, menyita
perhatian banyak pasang telinga akan kejeniusannya. Album ini digarap dengan
format solo, setelah dia bosan dengan ketidakjelasan bandnya terdahulu,
Stairway to Zinna.
Kejeniusan musisi ini bukan terletak dari kemampuan bermain gitar yang
rumit dan atraktif, yang dapat membuat rangkaian nada yang terdengar begitu indah dan syahdu. Dengan permainan gitar
yang cenderung simple dan pemilihan
nada yang gitu-gitu aja, dia berhasil
menonjolkan lirik jujur, kritis, dan humoris, sehingga makna satire dan sarkasme muncul begitu dalam dan kuat.
![]() |
| thecrafters.co |
Dalam “Bahaya Komunis” salah satu karyanya, dia
menuangkan keluh kesahnya dengan blak-blakan. Karya yang satu ini ia tuliskan
dengan logika yang terbalik.
Diawali
kegelisahannya dengan sebuah kisah, bahwa ada
seseorang yang berpendapat, patung Tugu Tani seharusnya dirobohkan karena itu
mewakili kaum tani yang dekat dengan PKI. Parahnya lagi, patung tersebut diyakini memegang arit, simbol kaum kiri (komunisme).
Terus
terang aku khawatir
Dengan komunis di tanah air
Yang belakangan hidup kembali
Dari dalam gang, di pikiran, di pinggiran, di selangkangan
Ini mungkin tanda-tanda kudetanya yang mutakhir
Ooo.. telepon nine one one!
Dengan komunis di tanah air
Yang belakangan hidup kembali
Dari dalam gang, di pikiran, di pinggiran, di selangkangan
Ini mungkin tanda-tanda kudetanya yang mutakhir
Ooo.. telepon nine one one!
Jason mencelotehkan paranoidnya orang-orang yang
pemikirannya dangkal dan tidak mendalam tentang suatu hal, di tengah realitas
banyak yang cepat terpancing isu tanpa mendalami segala kebenarannya. Dengan pemilihan
kata yang cenderung slebor, dia
berhasil memberikan makna secara nyata dan eksplisit mengenai pendapatnya.
Oh
ya Tuhan lindungi aku selalu, Ya Tuhan jagalah aku selalu
Dari
honor yang horror, Ibu-Ibu lembaga sensor , Security yang punuh teror
Karena
apa salahnya nakal, karena kubukan polisi moral
hahay..!
Lirik diatas
diambil dari karya Jason yang lain, berjudul “Doa Sejuta Umat” di dalamnya dijabarkan
pendapatnya mengenai kebebasan berekspresi dan berkreasi bagi para seniman,
khususnya musisi sepertinya. “...Ibu-Ibu lembaga sensor...” mencerminkan
keinginannya agar karya-karyanya tidak ada yang dicekal, karena memiliki lirik
yang keterlaluan.
Dia ingin
memberikan pesan bahwa sebenarnya tidak ada batasan dalam estetik seni saat
berkarya, liriknya yang slebor dan
cenderung kasar bukan berarti bisa menyudutkannya dan mencekalnya. Justru keberaniannya
harus diapresiasi, karena memang seni tidak kenal limitasi.
Penasaran
dengan karyanya, silahkan klik video di bawah ini.
Written By
Unknown
Panggil aja Herdi! Si Herdi ini masih mahasiswa, kalo kepo mau tau orangnya, cari aja di Gedung Z Politeknik Negeri Jakarta, kelas Penerbitan 2015-B.Similar to this Post
Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.
Pe-nu-lis
Blog ini ber-isi-kan berbagai hasil kerja si Herdi, rencananya si Herdi ingin mempraktekan ilmu yang dia dapat selama kuliah. Bagaimana jadinya? Yuk simak terus blog ini.

4 komentar:
Jangan pakek kata kaum kiri cuy gak umum banyak yg kurang tau
BalasHapusWah kurang awam ya istilah "kiri" itu, oke mas saya tanggapi sarannya, saya tambah keterangan.
HapusWah terima kasih Mas atas infonya jadi lebih kenal sama Jason Ranti, lumayan buat nambah playlist hehe..
BalasHapusMau request review band Sisir Tanah dari Jogja
Wah bagus mba Kom saya jadi menyebarkan musik asik! Wahuw nanti saya coba usahakan untuk reviewnya.
Hapus